Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen

Kopi Jujur, Kopi Dan karakter Budaya Bangsa

BeHangat.Com ~ Kopi Jujur, Kopi Dan karakter Budaya Bangsa – Assalamu’alaikum Wr. Wb. Meminum secangkir kopi sudah menjadi aktivitas rutin bagi sebagian orang untuk memulai pagi harinya. Bersama dengan hidangan ringan seperti gorengan, roti basah, atau cemilan ringan lainnya. Kopi menjadi mood boster untuk menghadapi pekerjaan dan aktivitas selama satu hari penuh. Kini kopi menjadi salah satu minuman paling popular di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia sendiri produksi kopi mencapai lebih dari 700an ribu ton pert tahun. (Kusnandar & Widowati, 2019)

Dalam perjalanan panjangnya kopi telah melakukan banyak perkembangan. Melalui Wikipedia diketahui bahwa kopi ditemukan pertama kali oleh banyak orang di Benua Afrika sekitar tahun 800 SM, bahkan ada beberapa literatur mengatakan 850 SM. Orang-orang Ethiopia mengkonsumsi bji kopi yang dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energy tubuh. Lalu biji kopi dari Abyssinia sebuah daerah lawas di Afrika dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. (Risnandar, 2019).

Perjalanan Kopi Di Indonesia

Kopi Jujur, Kopi Dan karakter Budaya Bangsa
sumber gambar : majalah.ottencoffee.co.id

Di Indonesia sendiri perjalanan kopi dimulai sejak jaman penjajahan Belanda (Devanny Gumulya, 2017). Ketika VOC membawa tanaman kopi arabika ke Indonesia utnuk meruntuhkan monopoli Bangsa Arab terhadap monopoli kopi di dunia. Karena tingginya permintaan pasar, mulailah didirikan perkebunan kopi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dan beberapa di Sumatera dan Sulawesi. Dari sinilah perkembangan kopi di Indonesia terus berlanjut.

Kopi Asli di Indoensia sendiri memiliki cita rasa yang khas dan bahkan menduduki jajaran kopi terbaik dunia. Sebagai contoh kopi dari daerah jawa, yang terkenal dengan kopi arabika yang bercita rasa tinggi. Jawa juga terkenal menghasilkan salah satu kopi tertua terbaik di dunia, yaitu Old Java. Selain Jawa, daerah lain di Indonesia yang terkenal memproduksi kopi dalam skala besar adalah Sulawesi. Dengan daerah penanaman kopi paling terkenal yaitu Toraja. Salah satu kopi asli Indonesia yang berasal dari Sulawesi ini bahkan menjadi 10 kopi terbaik di dunia pada tahun 2020 (Azoury, 2020). Selain Sulawesi daerah lain Indonesia yang memiliki kualitas kopi asli diakui dunia adalah Mandailing, Sumatra.

Kopi jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen

Kopi-kopi asli Indonesia ini memiliki karakter rasa yang bervariatif tanpa perlu dicampur dengan perasa seperti essen. Kopi Java Estate misal, yang memiliki karakter medium cukup kental (medium body), harum seperti cokelar, kacang-kacangan, dan tumbuhan herbal dengan tingkat keasaman yang tidak terlalu tinggi. Selain itu ada juga kopi Mandailig Sumatra, yang memiliki rasa kopi dimulut relatif kuat, kental, dan intens (full body), beraroma klasik, earthy dan harum tembakau dengan tingkat keasaman yang rendah. Ada juga Kopi Toraja Kalosi yang memiliki karakter medium, dengan aroma cokelat, manis seperti caramel dan tumbuhan herbal dengan tingkat keasaman medium. Serta masih banyak lagi jenis kopi yang memiliki karakter unik di berbagai daerah di Indonesia. (Devanny Gumulya, 2017)

Selain keistimewaan pada biji kopi, karakter lain ditentukan juga dari metode penyeduhan. Di Indonesia sendiri metode seduh yang cukup banyak dikenal seluruh lapisan elemen masyarakat adalah dengan metode tubruk. Dengan kualitas kopi yang baik, biasanya kualitas seduh yang dihasilkan akan memunculkan karakter rasa dari berbagai jenis dan asal kopi ditanam. Hal inilah yang membedakan antara kualitas kopi single origin dengan blends. Single origin biasanya identik dengan kopi berkuaitas tinggi, yang berasal dari satu daerah terentu. Sedangkan kopi blends berasal dari berbagai jenis kopi yang dicampur kedalam satu wadah untuk diseduh (Azoury, 2020). Biasanya dicampur dengan susu atau essen (perasa).

Selain dengan metode tubruk dikenal juga beberapa metode lain untuk menyeduh single origin. Metode-metode ini bertujuan untuk mendapatkan rasa khas dan aroma dari masing-masing jenis kopi. Metode yang umumnya ditemukan antara lain v-60, Aeropress, Chemex, Syphon. Dengan metode-metode ini akan menghasilkan kopi jujur, kopi asli tanpa campuran essen.

Kopi asli ini melekat dengan karakter budaya bangsa Indonesia. Kopi dengan metode tubruk misal, yang dapat ditemukan dengan mudah di penjuru kota yang ada di Indonesia. Di Jawa Tengah dan DIY sendiri kopi tubruk akan sangat dengan muda ditemukan di angkringan-angkringan atau HIK. Kopi tubruk dengan proses pembuatan yang mudah serta memerlukan durasi yang tidak sebentar menjadi kombinasi yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia yang santai, senang nongkrong dan ngobrol.

Selain itu rasa pahit yang dominan dari kopi memiliki arti sendiri bagi masyarakat Indonesia. Kopi dengan rasa pahit di identikan dengan semangat kerja keras ini selalu menemani masyarkat disela-sela istirahat bekerja. Hal-hal ini tidak dapat ditemukan dalam kopi-kopi dengan campuran essen. Karena cita rasa khas dari jenis kopi dan tempat biji kopi ini ditanam akan tertutup oleh essen yang dicampurkan.

Bersama Kopi Jujur Melawan Corona ( Covid-19 )

Siapkah anda melawan corona bersama kopi jujur? pasti siap. Kopi jijur, kopi asli tanpa campuran essen mempunyai program sayang sangat baik untuk meghadapi virus corona yang sedang terjadi saat ini.

Suber Gambar : Kopi Jujur

KOPI JUJUR Melawan Corona, Dukung aksi 1 juta cup Kopi Jujur gratis yang diolah menggunakan 100% kopi asli dan aman dikonsumsi oleh tenaga medis, tenaga kesehatan serta pengemudi ojek, supir taksi serta masyarakat di kawasan Jakarta.

Mari kita dukung kopi jujur untuk melawan virus corona ( Covid-19 ) dengan mendonasikan sedikit pendapatan ke kitabisa.com atau benihbaik.com.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

References

  • Azoury, A. (2020). The 10 Best Coffee Beans in the World (Whole Beans Coffee). Retrieved from homegrounds: www.homegrounds.co
  • Devanny Gumulya, I. S. (2017). Kajian Budaya Minum Kopi. Dimensi, Vol. 13, No. 2.
  • Kusnandar, V. B., & Widowati, H. (2019, September 11). Databoks. Retrieved from Katadata: databoks.katadata.co.id
  • Risnandar, C. (2019, Maret 19). Sejarah Kopi. Retrieved from jurnalbumi: www.jurnalbumi.com
  • http://www.kopijujur.id/

About the Author: Mas Indra

😇 Bukannya sombong, tpi aku belajar menjaga pandangan mata. 😁Selalu berusaha tersenyum kepada semua orang. ✌ Bicarakanlah kekuranganku jgn kebaikanku. 💓 Aku cinta kamu, iya kamu.

You might like