Ku Band (12-18 GHz)

LNB C-Band, Ku-Band, dan S-Band

BeHangat.Com ~ Ku-Band (12-18 GHz) – Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jumpa lagi dengan BeHangat.Com pada kesempatan kali ini mari kita membahas tentang Ku Band atau Kurtz-under band.

Ku Band digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. Ku-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis

LNB Ku-Band banyak di gunakan di indonesia tetapi tidak sepopuler C-Band. TV satelit yang menggunakan Ku-Band di indonesia ada banyak, diantaranya:

  • K-Vision
  • Transvision
  • OrangeTV

Ku-Band tidak membutuhkan dish atau parabola dengan ukuran besar, karena Ku-Band memiliki frekuensi yang sangat kuat sehingga dapat ditangkap dengan dish parabola mini. Para tracker biasanya memanfaatkan Ku-Band untuk Lock satelit Chinasat 11 (Ninmedia) dan Measat 3 (Garmedia) di 2 satelit itu bisa menyaksikan channel – channel lokal yang FTA seperti Trans, Rcti, Sctv dan masih banyak lagi.

Fungsi Ku Band

Pita ini dibagi menjadi beberapa segmen yang dipecah menjadi wilayah geografis, sebagaimana ditentukan oleh ITU (International Telecommunication Union).

Ku band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dalam rentang frekuensi gelombang mikro mulai dari 11,7 hingga 12,7 GHz. (frekuensi downlink) dan 14 hingga 14,5GHz (frekuensi uplink).

Format penerimaan digital Ku band yang paling umum adalah DVB (format video profil utama) dan format video digital profil studio atau format Digicipher II 4DTV full-blown.

Jaringan televisi komersial pertama yang memanfaatkan Ku Band secara luas untuk sebagian besar umpan afiliasinya adalah NBC, pada tahun 1983.

Segmen Wilayah 2 ITU (International Telecommunication Union) yang mencakup sebagian besar Amerika adalah antara 11,7 dan 12,2 GHz, dengan lebih dari 21 satelit Ku-band Amerika Utara FSS yang saat ini mengorbit.

Masing-masing membutuhkan antena 0,8-m hingga 1,5-m dan membawa 12 hingga 24 transponder, dimana 20 hingga 120 watt dikonsumsi (per transponder) untuk penerimaan yang jelas.

Segmen 12,2 hingga 12,7 GHz dari spektrum Ku Band dialokasikan untuk layanan satelit penyiaran (BSS). Satelit siaran langsung ini biasanya membawa 16 hingga 32 transponder.

Masing-masing menyediakan 27 MHz dalam bandwidth dan mengkonsumsi masing-masing 100 hingga 240 watt, mengakomodasi antena penerima hingga 450 mm (18 inci).

Segmen Wilayah 1 ITU (International Telecommunication Union) dari spektrum Ku Band mewakili Afrika dan Eropa. (Rentang pita 11,45 hingga 11,7 GHz dan rentang pita 12,5 hingga 12,75 GHz dicadangkan untuk layanan satelit tetap (FSS), dengan frekuensi uplink berkisar antara 14,0 dan 14,5 GHz).

About the Author: Mas Indra

😇 Bukannya sombong, tpi aku belajar menjaga pandangan mata. 😁Selalu berusaha tersenyum kepada semua orang. ✌ Bicarakanlah kekuranganku jgn kebaikanku. 💓 Aku cinta kamu, iya kamu.

You might like