Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu. Maaf Ini Alasanku

Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu. Maaf Ini Alasanku

BeHangat.Com ~ Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu. Maaf Ini AlasankuAssalamu’alaikum, Jumpa lagi dengan admin BeHangat.Com kali ini admin akan memberikan alasan mengapa kita susah mengawali obrolan atau komunikasi dengan si dia (lawan jenis bukan mahrom). Sebenarnya bukannya susah tapi takut bicara kita berlebih-lebihan.

Bicara dengan si dia (lawan jenis bukan mahrom) boleh-boleh saja jika kita ada keperluah yang mendesak dan mengikuti rambu-rambunya. Rambu-rambunya yaitu pemilihan kata, tanya seperlunya saja jika tidak terlalu penting sebaiknya tidak perluh tanya. karena itu bisa jadi pintu setan untuk menjerumuskan ke hal yang tidak baik. Bagi laki-laki bahaya dan godaan terbesar yaitu wanita.

Dan jika kamu wanita, Allah telah berikan anugerah kecantikan kepada wanita dari berbagai sisinya yang dapat menimbulkan dampak kebaikan dan keburukan, baik untuk dirinya sendiri atau lawan jenisnya. keindahan dari seorang wanita akan mengundang keburukan jika tidak dijaga dengan baik. Keburukan yang akan timbul antara lain munculnya fitnah dari dalam dirinya.

Baca Juga : Balasan untuk Kamu, Yang Jatuh Cinta Secara Diam-Diam

Segala keindahan yang terdapat dalam diri seorang wanita harus dijaga, bahkan hal yang dianggap remeh pun seperti suara. Tanpa pernah kita sadari, suara juga bisa mendatangkan fitnah, meskipun suara itu keluar bukan dimaksudkan secara khusus untuk menarik perhatian. Untuk itu Allah telah melarang kaum Hawa (Wanita) untuk berlemah lembut dalam berbicara dengan laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang didalam hatinya terdapat penyakit, seperti firman-Nya:

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya : Maka janganlah kamu melemah-lembutkan suara dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.(Surat Al-Ahzab Ayat 32)

Menjadi orang yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah, karena banyak sekali godaan-godan dalam hidupnya. Godaan-godaan sering kali datang dan menggebu-gebu seperti saat menginjak usia remaja. Bukan hal yang mudah pula bagi kita dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi kita yang bisa dikatakan lulus dalam melewati masa ini yang penuh godaan.

Baca Juga : Tamparan Untuk Orang Yang Memendam Perasaan

Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah rasa ketertarikan terhadap lawan jenis Memang, rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik wanita atau lelaki. Namun kalau kita tidak bisa menjaga perasaan tersebut, maka akan menjadi mala petaka yang amat besar, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang yang kita sukai. Sudah Allah tunjukkan dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Artinya : Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. (HR. Muslim)

Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu. Maaf Ini Alasanku

Mungkin ada yang bilang, bagai mana kamu bisa mendapatkannya jika kamu saja tidak bisa berbicara di depannya?

Seperti yang admin jelaskan diatas, sebenarnya bukannya susah ataupun tidak bisa tapi takut bicara kita berlebih-lebihan dan menimbulkan dosa. berbicaralah seperlunya saja dengan si dia (lawan jenis bukan mahrom). Jika memang ada keperluan yang sangat darurat atau penting maka berbicara namun jangan berlebih-lebihan.

Dan bagi wanita jangan bersuara mendayu-dayu atau lemah (suara seksi) karena bisa menimbulkan fitnah, karena interaksi dengan lawan jenis yang berlebihan bisa membuat kita tergoda karena hati orang itu lemah. Tapi jika memang kamu mempunyai rasa ketertarikan dengan si dia. Cukup ucapkan dalam do’a saja karena cinta yang terbaik selalu terucap dalam do’a, bukan gombalan semata yang di berikan setiap saat ke dia itu cinta nafsu.

Demikianlah artikel tentang Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu. Maaf Ini Alasanku yang bisa admin berikan ke pada kalian semua. Jika kalian masih ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah tersedia dibawah artikel ini, kita diskusi bareng agar saling mengerti dan jangan lupa untuk Share artikel ini agar semakin banyak orang-orang yang mengetahui dan membaca karena dengan membaca kita jadi tambah tahu.

Jika ada kesalahan kata Behangat.Com minta maaf, dan semoga artikel ini berguna, bermanfaat. Terimakasih sudah membaca dan sudah mampir di BeHangat.Com sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

 

About the Author: Mas Indra

😇 Bukannya sombong, tpi aku belajar menjaga pandangan mata. 😁Selalu berusaha tersenyum kepada semua orang. ✌ Bicarakanlah kekuranganku jgn kebaikanku. 💓 Aku cinta kamu, iya kamu.

You might like

29 Comments

  1. Jujur saja saya sulit untuk menerapkan ini terlebih karena alasan dunia dan pekerjaan, semoga Alloh mengampuni saya. Tapi, terima kasih ya artikelnya memberikan manfaat dan mengingatkan saya untuk menjaga kodrat saya sebagai perempuan. InsyaAlloh saya selalu menjaga hal-hal yang dipesankan oleh suami saat keluar rumah atau bekerja

  2. Wah…, Begini sudah kalau tidak berani dulu untuk ta’aruf bingung jadinya. Gimana mau nikah kalau begini.

  3. Ya memang untuk berbicara dengan lawan jenis ada tata caranya tersendiri supaya tidak menimbulkan dosa. Kalau memang punya rasa sebutlah namanya dalam doa-doa kita. Jika jodoh pasti akan dipertemukan….

  4. Tapi menurut saya, lelaki dan/atau perempuan boleh berbicara dengan lawan jenisnya sepantasnya. Kalau sekadar berdiskusi, bertukar pikiran, seperti itu insyaallah nggak menimbulkan mudharat. Lagi pula dengan cara itu kita bisa mengetahui kemampuan lawan bicara, soal wawasan, kemampuan bicara, keterampilan komunikasi, wawasan yg dimiliki orang itu, mindset lawan bicara kita, dan lain sebagainya, banyak…

  5. Tapi menurut saya, lelaki dan/atau perempuan boleh berbicara dengan lawan jenisnya sepantasnya. Kalau sekadar berdiskusi, bertukar pikiran, seperti itu insyaallah nggak menimbulkan mudharat. Lagi pula dengan cara itu kita bisa mengetahui kemampuan lawan bicara, soal wawasan, kemampuan bicara, keterampilan komunikasi, wawasan yg dimiliki orang itu, mindset lawan bicara kita, dan lain sebagainya, banyak… Penting nih buat calon pasangan…

  6. Yah… saya doakan si masnya beruntung mendapatkan sesuai keinginannnya ya… memang menjadi wanita tidak mudah… dan kita juga sebagai pria menghormati mereka selaku kaum yang sudah bersedia melahirkan keturunan umat manusia….

  7. Bukan hanya perempuan, laki-laki juga mesti biasa aja ngomongnya jangan sok lemah lembut. Saya pernah marahin laki-laki di balik tirai pas rapat rohis dulu, karena suaranya dibuat mendayu2. Hahaha

  8. ya akhi, segerakan lamaran jika memang ingin mendapatkannya. langsung ke walinya nanti bisa ngobrol bareng ortunya sekalian, nah jadi gampang deh mengawali obrolan. kalo lamaran di terima jadi bisa deh mendapatkannya. semangat terus, semoga berjodoh. Aamiin.

  9. Hmmm, artikelnya bikin baper, hehehe. Bener banget sih, interaksi dengan lawan jenis kalo belum sah ya harus seminimal mungkin, jika tidak diperlukan ya ngga usah.

  10. Sebuah pengingat yang baik, dan rasanya jadi ingat zaman Dewi dulu masih muda. Bagaimana gelora rasa cinta generasi muda sekarang? Memang sebaiknya lebih baik membaca tulisan ini:)

  11. Suaraku memang pelan sih, bukan maksudnya mau mendayu-dayu. Hehe…
    Ya…padahal cewe-nya nunggu² diajak ngobrol gimana dong. Mau mulai duluan, takut dikira enggak²…

  12. Bagus nih dibaca anak zaman sekarang yang suka bicara mendayu gitu, eh orang tua juga ada yang seperti itu. Astagfirullah semoga kita dilindungi dari godaan ya.

  13. Aku yang lahir dan besar di Jatim gak relate dengan suara lembut mendayu-dayu. Hehe… boro-boro lembut, dulu awal tinggal Jogja ngomong biasa aja kadang dikira ngajak ribut. Hahaha….

  14. Catat ah, cinta yang terbaik selalu terucap dalam doa.

    Sayangnya, kebanyakan kini kalau cuma didoain aja serasa kurang mantap ya. Lagi ulang tahun, udah di doakan, eh masih nagih kado juga

  15. Ini tipeku bgt. Ga pernah bisa ngungkapin prasaan dari dulu. Yang ada ya udah.. Say bye bye krena jaim mulu bisanya 🙁 cuma bisa berucap dalam doa.

    Wkwk

  16. Kalau susah mengawali obrolan, tulis dalam surat saja. BIasanya lebih lancar. Memang tetap harus dijaga. Jangan merayu seperti nyanyian pulau kelapa.

Comments are closed.